Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Sunday, 12 August 2018

Mengabadikan Kenangan bersama Sang Pemimpi di Negeri Laskar Pelangi

Amazing. Demikian kesan mendalam bagiku saat mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara 2016. Betapa tidak, mulai dari saat pendaftaran yang sangat tergesa-gesa, hanya sekitar 3 jam waktu bagiku untuk menyiapkan semua syarat untuk mengikuti seleksi, hingga banyaknya pesaing saat seleksi, namun ketika aku dinyatakan diterima, ku abadikan momen ini sebagai salah satu kenangan terindah dalam hidupku. Untuk itu aku ingin selalu berbagi cerita, sehingga kebahagiaanku tidak kunikmati sendiri, tapi juga ikut dinikmati kawan-kawan lainnya. Ceritaku, ditulis dalam bentuk catatan harian berikut ini, semoga apa yang saya ceritakan dapat menginspirasi teman2 untuk bisa ikut serta dalam program pertukaran pelajar berikutnya.

Minggu, 7 Agustus 2016.
Tepat jam 7 pagi hari, aku dan keluargaku pergi ke Restoran Bale Raos yang bertempat di Kraton Ngayogyakarta untuk hadir di acara Pelepasan dan Penerimaan Siswa Mengenal Nusantara tahun 2016 dengan membawa koper berisi perlengkapan yang akan dibawa ke Bangka Belitung nantinya. Sesampai di Bale Raos, kami bertemu dengan siswa dari Bangka Belitung yang telah tiba semalam di Yogyakarta. Disana, kami bertemu banyak pejabat-pejabat negara, termasuk Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono X yang memberikan sambutannya setelah kami (Siswa Bangka-Belitung dan Siswa Yogyakarta) menyuguhkan penampilan. Siswa dan siswi yang berasal dari Bangka Belitung menampilkan tarian dan nyanyian khas melayu dengan menggunakan baju adat khas daerah Kepulauan Bangka-Belitung. Sedangkan kurang lebih 10 menit kami siswa dan siswi DIY menampilkan tarian nusantara (diantaranya tarian yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Melayu, Bali, dan Papua yang dikombinasikan menjadi satu.) Dalam menampilkan beberapa tarian tersebut, latihannya bisa dibilang cukup singkat lho! Hanya 3-4 hari waktu kami untuk menghafal dan menguasai semua koreo dan juga pengepasan tempo, gerakan, dengan musik supaya indah dilihat.
Setelah mendengar beberapa sambutan, kami sarapan dan berangkat menuju Bandara Adisucipto untuk check in bagasi dan lain-lain. Tidak butuh waktu yang lama, segeralah kami menuju ke pesawat dan duduk manis selama 2 jam untuk meneruskan petualangan kami berikutnya.
Tak terasa sebenarnya duduk kurang lebih 2 jam di pesawat karena mungkin keberadaan sekitar bersama teman-teman pertukaran pelajar yang asik dan heboh, sampai bikin kaget kalau ternyata kami sudah sampai di Bandara Hang Nadim, Batam. Saat itu sudah menunjukkan pukul 3 sore di jam tangan yang saya pakai. Tertulis di tiket yang saya pegang, boarding jam 4 sore, namun pesawat yang akan kami naiki nampaknya belum “siap” sehingga delay selama 2 jam.
Kurang lebih selama 1,5 jam perjalanan, dan sampailah kami di Bandara Depati Amir, Bangka lalu langsung menuju ke Mess PT Timah yang berada di kota Pangkal Pinang, pusat kota pulau Bangka, untuk bersih-bersih diri, dan istirahat.




Senin, 8 Agustus 2016.
Pagi hari bangun, ternyata kami sudah disambut acara paling heboh sedunia (pada saat itu saja sih) yaitu mandi dan persiapan untuk menghadiri acara Penerimaan Siswa DIY Siswa Mengenal Nusantara di Provisinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Karena di Mess PT Timah hanya ada 2 kamar mandi untuk 20 orang secara bergantian, hmm jadi rasanya agak degdegan gitu deh karena memikirkan ketepatan waktu. Untungnya kami-kami ini berjiwa gesit seperti di film-film superhero kesukaan saya kecil dulu, sehingga kami tiba di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dengan tepat waktu.
Ada yang menarik perhatian saya saat itu, saat kami sampai lokasi, kami disambut oleh tarian melayu. Indah sekali tariannya dengan perpaduan rebana yang dimainkan oleh barisan ibu-ibu di belakang penari. Saat saya kepo sedikit dengan tariannya sih, kata mereka, tarian tersebut adalah tarian sambutan, atau tarian yang biasa digunakan masyarakat melayu untuk menyambut tamu istimewa. Disana, kami mendengarkan dan menyaksikan sambutan dari beberapa pejabat kepulauan Bangka Belitung, selain itu kami juga perform tarian nusantara lho! Apalagi di saksikan langsung oleh gubernur kepulauan Bangka Belitung, Bapak Rustam Effendi, jadi grogi deh hihihi. Singkat cerita, kami sempat welfie bersama nih dengan beliau!
Welfie bersama Bapak Rustam Effendi, Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung, beserta istrinya.

Puas setelah bernarsis ria dengan pak gubernur, teman-teman sanggar tari dari Bangka, tak lupa juga dengan teman-teman pertukaran pelajar, kami berpindah tempat untuk melakukan kunjungan kembali.
Yap! Berkunjung ke SMAN 1 Pemali Kelas Unggulan adalah suatu kehormatan bagi saya, karena kami di sambut dengan ramah dan tentunya dengan senyuman yang hangat walaupun langit sedang tidak secerah kondisi hati yang tentu saja bahagia saat itu. 


Saat saya di Jogja (sebelum saya tiba di Bangka), saya bertanya-tanya, mengapa sekolah ini terdapat Kelas Unggulan? Apa yang membedakan dengan “kelas-kelas” yang lain? 

Semua rasa penasaran itu terjawab ketika kami (peserta Siswa Mengenal Nusantara) dikumpulkan di Aula. Disana, kami dijelaskan bahwa Kelas Unggulan adalah program yang dibentuk oleh pemerintah untuk siswa/siswi Bangka Belitung (persyaratannya minimal menetap di Bangka Belitung selama 3-4 tahun) dan berprestasi, maka siswa/siswi tersebut dapat mendaftar dan melengkapi persyaratan dan tentu saja memakai seleksi. Mengapa memakai seleksi? Karena tentu saja, persaingan yang ketat dan fasilitas yang diberikan (seperti tinggal di Asrama, biaya hidup & transportasi di Asrama ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dll) untuk siswa&siswi kelas unggulan agar dapat terus mempertahankan prestasinya. Jika siswa kelas unggulan tersebut dapat menjadi mahasiswa PTN dengan jalur SNMPTN maka pemerintah akan membiayai selama 3 semester masa kuliah berlangsung. 
Dan ketika saya melakukan perjalanan ke lokasi selanjutnya saya sadar bahwa pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung menghargai sekali kerja keras putra-putrinya dan hasil dari kerja keras tersebut dengan cara mereka sendiri.

Wednesday, 18 September 2013

Santai Sebelum Senam #SSS

Halooo!
Udah lama ya aku gak ngeblog, urusan sekolah ternyata bikin lupa sama dunia blog, maaf.. maaf.. :p Tapi aku sekarang kangen sama kalian semua, mau sharing tentang #SSS nih, hehe. Jadi yang dimaksut senam disini bukan senam biasa. Tapi senam otak. Yappp, ulangan ips tepatnya :)) *lho. Ah pokoknya ips itu asik kaya senam..... #iyainajaya.
Ini beberapa foto #SSS di depan kelas. Yap, kelasku depannya kolam. Kolam itu sering dipake nongkrong anak-anak kelasku. Seru sih santai dulu sebelum senam otak, kegiatannya bisa nyanyi-nyanyi, joget bareng, teriak-teriak bareng, misuh bareng, terus bisa ngapalin materi ips juga bareng-bareng.. pokoknya semuanya "ba-reng"! Aih moment-moment gak terlupakan....


Friday, 5 April 2013

SAVE RADIO ANAK JOGJA!

Sebelumnya, saya adalah salah satu penyiar cilik di RAJ. Melalui RAJ saya belajar banyak hal, tentang sosialisasi, komunikasi, dan lain-lain. Menurut saya, dengan adanya Radio Anak Jogja ini, anak-anak di Jogja keberaniannya bisa terlatih. Berani untuk berkomunikasi dengan oranglain, mengembangkan kepercayaan diri terhadap si anak. 

Dan jika kita lihat, lagu-lagu anak di Indonesia ini sudah sangat jarang, dan akhirnya anak-anak sekarang lebih suka lagu yang tidak sesuai dengan umurnya. Dengan Radio Anak Jogja ini, anak-anak bisa lebih mengenal lagu-lagu anak Indonesia. Sehingga mereka bisa mengerti bahwa, "Ini lo, lagu anak-anak tidak kalah bagus&keren dibandingkan lagu orang dewasa (contoh: lagu cinta)". 

Tuesday, 5 February 2013

(bukan) Main.

     Minggu kemarin, Ventersix (nama kelasku) saat pelajaran Ips di beri tugas untuk membuat Peta Timbul. Dibuat kelompok, satu kelompok ada 5 orang. Kebetulan aku sekelompok sama Disya, Rinda, Aod, dan Tyas. Langsung aja, kita janjian ngerjain dirumah. Akhirnya Aod ngusul kalo kita ngerjain di Rumahnya, karena katanya Aod, dia kesepian, gak ada temen dirumahnya, sepi. Wkwk=)) Yaudah deh, karena Aodnya mau, kita nurut. Semuanya sepakat ngerjain tugas Peta Timbul dirumahnya Aod hari Minggu. Sebenernya sih ya, rumahnya aod tu jauh banget dari rumahku. Tapi tak bela-belain kesana, aku pengen main sih.*lah Hehehe 3-|
     Hari H tiba....... *hasyah. Langsung aja, aku yang pertama dateng kerumahnya Aod. Dateng-dateng, mama-papa-adeknya Aod mau pergi, mungkin memberikan kebebasan buat temennya Aod yang bakal ngacak-ngacak kamarnya Aod ini... :)) Dan gak lama, tyas dateng...... Dan yang paling telat+heboh sendiri, Disya.... Sementara rinda gak ikut karena dia ada acara keluarga. Awalnya kita ngerjain serius, semua ngerjain apa yang harus dikerjain. Lama-lama yang bosen duluan sih, Aku. Terus aku pinjem tabnya gitu main temple run 2, atau update instagram. *kudu pake hastag #bocahInstagram #bocahIg #igers* Tau-tau Aod bilang, "Eh kita istirahat dulu ya." Njuk disya teriak, "Yes, SIP OOODDD!" gitu. :|
     Pas istirahat sih aku tiduran main hape, sebelahan sama disya yang lagi asik+banget main temple run 2, dia highscorenya tinggi banget, sampe 14 juta yang aku tau. Hmfttt. Pas lagi asik ngeliatin disya yang jari-jarinya ahli banget kaya udah bersahabat banget sama tab-nya, tiba-tiba Aod datang ke kamar membawa harapan yang daritadi aku cari. INDOMIE KAREEE!!:"D Sebenernya cuma indomie kare sih ya, tapi kalo dimakan bareng-bareng, dihabisin bareng-bareng, dikunyah bareng-bareng, ditelen bareng-bareng, kalian bakal ngerasain bedanya. Seriusan deh. Habis makan, aod tarok piring di bawah, sekalian kita juga mau kebawah buat minum. Fyi, kamarnya aod lantai dua dan dapur ada di lantai pertama, Kawan. Lanjut, sambil minum sambil nonton tv /(-____-) kira-kira cuma 15 menitan kita nontonnya, langsung ke atas lagi. Ke kamarnya Aod lagi, ngerjain Peta Timbul lagi..

Wednesday, 23 January 2013

Wawancara \o/

    Beberapa hari yang lalu, kelasku dapet tugas dari Ibu Siti tercinta; guru bahasa indonesia. Sesuai dengan materi semester 2, kelas 7 tentang wawancara, kami dapat tugas untuk mewawancarai orang...diluar sekolah. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompoknya, ada 3 orang. Yang satu bertanya, yang satu mencatat, yang satu merekam. Kelompoknya dipilih sama bu siti, aku sekelompok sama Rezza dan Meina. \o/
     Karena di sekolahku kelas 7nya ada 10 kelas, jadi guru bahasa indonesianya ada 2. Kebetulan, kalo sama bu siti, temanya ditentuin, jadi kita disuruh milih yang udah di tentuin sama bu siti. Kalau kelas lain, katanya temanya bebas. Huft-_- Tapi no prob. Karena temanya ada Kebudayaan, Kesehatan, Pendidikan, dll. Aku, Rezza, dan Meina milih untuk mengambil tema, Kesehatan. Dan kebetulan.. Ayahnya rezza yang dokter, punya banyak kenalan dokter-dokter juga. Jadinya gampang deh. 
     Akhirnya kita ketemu sama dokternya. Kalo gak salah, namanya dokter Ghafur, temennya papanya Rezza. Beliau adalah dokter specialis jantung dan pembuluh darah, kayaknya. :| hehe. Langsung deh, pas kita udah sampai rumah sakit, dan menuju ke ruang apa gitu aku lupa namanya, Kita ketemu sama dokter Ghafur, kenalan dulu. Disuruh cuci tangan, dan pakai baju -- Aku gak tau nama bajunya apa, yang jelas warnanya hijau._. Lalu kita masuk ke ruang perawatan. Disana ada pasien yang lagi sakit Stroke. Kami bertiga, dikenalkan oleh alat-alat yang ada di sekitar pasien. Macem - macem alatnya, dan juga kami diberitahu fungsi alat tersebut. Seru banget, hakhak:'B Berasa jadi reporter beneran. Ini ada beberapa kenangan pada saat wawancara, Hope you like it.☺







From left: Rezza - Dokt. Ghafur - Syifa - Meina.
Jum'at, 18 Januari 2013.