Amazing. Demikian kesan mendalam bagiku
saat mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara 2016. Betapa tidak, mulai dari
saat pendaftaran yang sangat tergesa-gesa, hanya sekitar 3 jam waktu bagiku
untuk menyiapkan semua syarat untuk mengikuti seleksi, hingga banyaknya pesaing
saat seleksi, namun ketika aku dinyatakan diterima, ku abadikan momen ini sebagai
salah satu kenangan terindah dalam hidupku. Untuk itu aku ingin selalu berbagi
cerita, sehingga kebahagiaanku tidak kunikmati sendiri, tapi juga ikut
dinikmati kawan-kawan lainnya. Ceritaku, ditulis dalam bentuk catatan harian
berikut ini, semoga apa yang saya ceritakan dapat menginspirasi teman2 untuk
bisa ikut serta dalam program pertukaran pelajar berikutnya.
Minggu, 7
Agustus 2016.
Tepat jam 7 pagi
hari, aku dan keluargaku pergi ke Restoran Bale Raos yang bertempat di Kraton
Ngayogyakarta untuk hadir di acara Pelepasan dan Penerimaan Siswa Mengenal
Nusantara tahun 2016 dengan membawa koper berisi perlengkapan yang akan dibawa
ke Bangka Belitung nantinya. Sesampai di Bale Raos, kami bertemu dengan siswa
dari Bangka Belitung yang telah tiba semalam di Yogyakarta. Disana, kami
bertemu banyak pejabat-pejabat negara, termasuk Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono
X yang memberikan sambutannya setelah kami (Siswa Bangka-Belitung dan Siswa
Yogyakarta) menyuguhkan penampilan. Siswa dan siswi yang berasal dari Bangka
Belitung menampilkan tarian dan nyanyian khas melayu dengan menggunakan baju
adat khas daerah Kepulauan Bangka-Belitung. Sedangkan kurang lebih 10 menit
kami siswa dan siswi DIY menampilkan tarian nusantara (diantaranya tarian yang
berasal dari Jawa, Kalimantan, Melayu, Bali, dan Papua yang dikombinasikan
menjadi satu.) Dalam menampilkan beberapa tarian tersebut, latihannya bisa
dibilang cukup singkat lho! Hanya 3-4 hari waktu kami untuk menghafal dan
menguasai semua koreo dan juga pengepasan tempo, gerakan, dengan musik supaya
indah dilihat.
Setelah mendengar
beberapa sambutan, kami sarapan dan berangkat menuju Bandara Adisucipto untuk
check in bagasi dan lain-lain. Tidak butuh waktu yang lama, segeralah kami
menuju ke pesawat dan duduk manis selama 2 jam untuk meneruskan petualangan
kami berikutnya.
Tak terasa sebenarnya
duduk kurang lebih 2 jam di pesawat karena mungkin keberadaan sekitar bersama
teman-teman pertukaran pelajar yang asik dan heboh, sampai bikin kaget kalau
ternyata kami sudah sampai di Bandara Hang Nadim, Batam. Saat itu sudah
menunjukkan pukul 3 sore di jam tangan yang saya pakai. Tertulis di tiket yang
saya pegang, boarding jam 4 sore, namun pesawat yang akan kami naiki nampaknya
belum “siap” sehingga delay selama 2 jam.
Kurang lebih selama
1,5 jam perjalanan, dan sampailah kami di Bandara Depati Amir, Bangka lalu
langsung menuju ke Mess PT Timah yang berada di kota Pangkal Pinang, pusat kota
pulau Bangka, untuk bersih-bersih diri, dan istirahat.
Senin, 8
Agustus 2016.
Pagi hari bangun,
ternyata kami sudah disambut acara paling heboh sedunia (pada saat itu saja
sih) yaitu mandi dan persiapan untuk menghadiri acara Penerimaan Siswa DIY
Siswa Mengenal Nusantara di Provisinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Karena di
Mess PT Timah hanya ada 2 kamar mandi untuk 20 orang secara bergantian, hmm
jadi rasanya agak degdegan gitu deh karena memikirkan ketepatan waktu.
Untungnya kami-kami ini berjiwa gesit seperti di film-film superhero kesukaan
saya kecil dulu, sehingga kami tiba di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka
Belitung dengan tepat waktu.
Ada yang menarik
perhatian saya saat itu, saat kami sampai lokasi, kami disambut oleh tarian
melayu. Indah sekali tariannya dengan perpaduan rebana yang dimainkan oleh
barisan ibu-ibu di belakang penari. Saat saya kepo sedikit dengan tariannya
sih, kata mereka, tarian tersebut adalah tarian sambutan, atau tarian yang
biasa digunakan masyarakat melayu untuk menyambut tamu istimewa. Disana, kami
mendengarkan dan menyaksikan sambutan dari beberapa pejabat kepulauan Bangka
Belitung, selain itu kami juga perform tarian nusantara lho! Apalagi di
saksikan langsung oleh gubernur kepulauan Bangka Belitung, Bapak Rustam
Effendi, jadi grogi deh hihihi. Singkat cerita, kami sempat welfie bersama nih
dengan beliau! ☺
![]() |
| Welfie bersama Bapak Rustam Effendi, Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung, beserta istrinya. |
Puas setelah
bernarsis ria dengan pak gubernur, teman-teman sanggar tari dari Bangka, tak
lupa juga dengan teman-teman pertukaran pelajar, kami berpindah tempat untuk
melakukan kunjungan kembali.
Yap! Berkunjung ke
SMAN 1 Pemali Kelas Unggulan adalah suatu kehormatan bagi saya, karena kami di
sambut dengan ramah dan tentunya dengan senyuman yang hangat walaupun langit
sedang tidak secerah kondisi hati yang tentu saja bahagia saat itu.
Semua rasa penasaran itu terjawab ketika kami (peserta Siswa Mengenal Nusantara) dikumpulkan di Aula. Disana, kami dijelaskan bahwa Kelas Unggulan adalah program yang dibentuk oleh pemerintah untuk siswa/siswi Bangka Belitung (persyaratannya minimal menetap di Bangka Belitung selama 3-4 tahun) dan berprestasi, maka siswa/siswi tersebut dapat mendaftar dan melengkapi persyaratan dan tentu saja memakai seleksi. Mengapa memakai seleksi? Karena tentu saja, persaingan yang ketat dan fasilitas yang diberikan (seperti tinggal di Asrama, biaya hidup & transportasi di Asrama ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dll) untuk siswa&siswi kelas unggulan agar dapat terus mempertahankan prestasinya. Jika siswa kelas unggulan tersebut dapat menjadi mahasiswa PTN dengan jalur SNMPTN maka pemerintah akan membiayai selama 3 semester masa kuliah berlangsung.
Saat saya di Jogja (sebelum saya tiba di Bangka), saya bertanya-tanya, mengapa sekolah ini terdapat Kelas Unggulan? Apa yang membedakan dengan “kelas-kelas” yang lain?
Semua rasa penasaran itu terjawab ketika kami (peserta Siswa Mengenal Nusantara) dikumpulkan di Aula. Disana, kami dijelaskan bahwa Kelas Unggulan adalah program yang dibentuk oleh pemerintah untuk siswa/siswi Bangka Belitung (persyaratannya minimal menetap di Bangka Belitung selama 3-4 tahun) dan berprestasi, maka siswa/siswi tersebut dapat mendaftar dan melengkapi persyaratan dan tentu saja memakai seleksi. Mengapa memakai seleksi? Karena tentu saja, persaingan yang ketat dan fasilitas yang diberikan (seperti tinggal di Asrama, biaya hidup & transportasi di Asrama ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dll) untuk siswa&siswi kelas unggulan agar dapat terus mempertahankan prestasinya. Jika siswa kelas unggulan tersebut dapat menjadi mahasiswa PTN dengan jalur SNMPTN maka pemerintah akan membiayai selama 3 semester masa kuliah berlangsung.
Dan ketika saya melakukan perjalanan ke lokasi selanjutnya saya sadar bahwa pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung menghargai sekali kerja keras putra-putrinya dan hasil dari kerja keras tersebut dengan cara mereka sendiri.



